Label

Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Desember 2012

Sinopsis dan Trailer Film 5 Cm

5 Sahabat, 2 Cinta, 1 Impian di Puncak Tertinggi di Jawa (Puncak Mahameru)
Film 5 cm merupakan film yang di adaptasi dari novel karangan Donny Dhirgantoro. Sunil Soraya selaku produser mengakui bahwa suatu hal yang sulit merubah novel ke layar lebar, namun sutradara bertangan dingin Rizal Mantovani yakin film ini akan mendulang kesuksesan. Meski dengan sedikit perubahan kecil, film ini ditegaskan tak akan jauh berbeda dari novelnya. 5 cm berfokus pada 6 sosok, yakni Genta (Fedi Nuril), Zafran alias Juple (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah), Ian (Igor Saykoji), Arial (Denny Sumargo), dan Dinda (Pevita Pearce) (Adik Arial). Cerita film ini memiliki tema persahabatan, petualangan dan nasionalisme.

Sinopsis Film 5 cm
Genta, Arial, Zafran, Riani dan Ian merupakan lima remaja yang telah menjalin persahabatan selama belasan tahun lamanya. Suatu hari mereka merasa "jenuh" dengan persahabatan mereka dan akhirnya mereka memutuskan untuk saling berpisah, tidak ada komunikasi dan pertemuan diantara mereka satu sama lain selama tiga bulan lamanya. Meskipun hal tersebut dirasa berat terutama oleh Riani.
Selama tiga bulan berpisah yang penuh dengan kerinduan, banyak yang terjadi dalam kehidupan mereka berlima. Sesuatu yang mengubah diri mereka masing-masing menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan. Setelah tiga bulan berselang, mereka berlima bertemu kembali dan merayakan pertemuan mereka dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan berat.
Sebuah perjalanan hati demi mengibarkan sang saka Merah Putih di puncak tertinggi di Jawa (puncak Mahameru di kawasan Gunung Semeru) pada 17 Agustus. Sebuah perjalanan penuh perjuangan yang membuat mereka semakin mencintai negara Indonesia. Yang merupakan impian yang mereka letakkan 5 cm di depan kening. Sebuah perjuangan atas impian, perjalanan hati yang merubah hidup mereka untuk selamanya.

Trailer Film 5 cm

Rabu, 24 Oktober 2012

I Still Love You My Parents


Aku Tetap Sayang Padamu My Parents
Hai, apa kabar? Namaku Asyifa Putri Rahmah, panggil aku Syifa, aku ingin sekali hidup seperti anak lain yang disayang oleh orang tua. Aku hidup bersama kedua orang tua yang bukan orang tua kandungku.
Aku tahu kalau orang tuaku ini bukan orang tuaku yang sebenarnya. Sebulan yang lalu dan malam itu aku sedang tertidur. Aku yang haus segera mengambil minuman, tiba-tiba aku mendengar suara ayah dan ibuku, aku mendengarkannya dengan benar, “Kita tidak boleh memberitahu dia tentang kalau dia adalah anak angkat”, kata ibu.
Aku sungguh begitu kaget, “Apakah aku benar-benar anak angkat?”, ujarku sedih. Malam ini aku tidak bisa tidur, aku masih bisa mengingat tentang kejadian tadi.

Kamis, 04 Oktober 2012

Asal Mula Kota Ponorogo

ASAL USUL KOTA PONOROGO

Pada tahun 1478 Masehi, Kerajaan Majapahit jatuh dan kemasyhurannya telah hilang. Kemudian muncullah kerajaan baru, yaitu Kerajaan Demak dibawah pimpinan Raden Patah. Raden Bathoro Kathong yang merupakan putra dari raja Majapahit Brawijaya V ikut bergabung dengan kakaknya, Raden Patah di Kerajaan Demak. Raden Bathoro Kathong dididik kakaknya dengan ajaran-ajaran Islam.
Setelah dewasa, Raden Bathoro Kathong diberi tugas oleh Raden Patah untuk pergi ke Wengker untuk menyelidiki daerah tersebut bersama Senapati Sela Aji.  Wengker adalah wilayah yang berada di sebelah timur Gunung Lawu. Batas sebelah selatan adalah laut selatan, batas timur adalah Gunung Wilis, dan batas sebelah utara adalah wilayah Majapahit. Raden Bathoro Kathong dan Senapati Sela Aji tiba di wilayah Wengker ketika hari mulai gelap. Mereka mulai kebingungan untuk menjalankan tugas karena belum mengenal seluk beluk Wengker, ditambah lagi hari yang mulai menginjak malam. Untunglah dari kejauhan terlihat cahaya api yang menyala. Mereka segera menuju ketempat asal api menyala. Setelah dekat dari pusat api terlihat sebuah rumah sederhana yang di sampingnya terdapat bangunan surau kecil.
Kedatangan Raden Bathoro Kathong dan Senapati Sela Aji disambut gembira dan senang hati oleh pemilik rumah dan surau kecil itu, yaitu seorang lelaki tua. Lelaki tua tersebut mengenalkan dirinya dengan nama Kiai Ageng Mirah. Raden Bathoro Kathong dan Senapati Sela Aji mengaku terus terang jika mereka adalah utusan dari Kerajaan Demak untuk menyelidiki daerah Wengker.